Teluk Bintuni, Rakyatpapua.com – Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, memberi peringatan kepada perusahaan-perusahaan khususnya perusahaan migas yang beroperasi di Teluk Bintuni agar prioritaskan Lulusan P2TIM Teluk Bintuni.

Hal tersebut diungkap Bupati, ketika menghadiri Wisuda Batch II P2TIM, di Jln Raya Tisai, Teluk Bintuni Papua Barat, beberapa waktu yang lalu.

Dijelaskannya, P2TIM memiliki standar internasional, dimana lulusan P2TIM bakal memiliki 18 sertifikat nasional dan internasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan sertifikasi Internasional dari Enginner Construction International Training Board (ECITB).

Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw dan Unsur Forkopimda, bersama lulusan Batch II P2TIM, beberapa waktu lalu. (Dok. Humas Setda Teluk Bintuni)

“Jadi kalau ada perusahaan perusahaan yang tidak menerima lulusan P2TIM maka mereka akan berurusan dengan saya. Karena tidak ada alasan kalau menerima tenaga kerja dari luar sepanjang di Bintuni masih tersedia” tegas Pit Kasihiw memberi peringatan.

Bukan tanpa sebab, dalam waktu dekat akan dilakukan negosiasi dengan pemilik hak ulayat agar Genting Oil segera beropreasi. Dan bersamaan dengan itu juga akan dibangun pabrik Petrokimia di Onar.

“Kita harus proteksi dari sekarang, dengan begitu maka kedepan lulusan P2TIM tidak perlu lagi bekerja ke luar Bintuni” jelas Orang Nomor Satu di Teluk Bintuni ini.

Lanjut Petrus Kasihiw, P2TIM terbuka bagi siapa saja Warga Bintuni yang berminat dalam dunia Industry Migas tanpa mengenal perbedaan, selama memenuhi pra syarat utama P2TIM yakni fisik kuat dan prima.

“Perlu diketahui, penerimaan di P2TIM dilakukan secara terbuka. Tidak ada unsur politik dan lain lain, semuanya mengacu pada standar/syarat yang sudah ditentukan seperti, Medical Check Up, karena bekerja diladang migas harus mempunyai fisik yang kuat dan sehat” tandasnya.

“Jadi kalau sudah masuk di dunia kerja yang nyata, harus tunjukan karakter yang baik, karena lulusan P2TIM membawa nama Kabupaten Teluk Bintuni” tutup Bupati.

Untuk diketahu, Lulusan Batch II P2TIM telah sepenuhnya terserap. Diantaranya, PT. Bintuni Maju Mandiri merekrut 83 orang untuk Project Train 3, PT. TMJO rekrut 10 orang scaffolder, dan PT. Samudera Indonesia membutuhkan 7 orang untuk operasional di LNG Tangguh.

(Halim)