Jayapura, Rakyatpapua.com – Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban banjir bandang yang terjadi Sabtu (16/3) malam, di Sentani Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Hingga Minggu (17/3), pukul 10.15 WIB jumlah korban sesuai rilis BNPB berjumlah 50 orang meninggal dunia. Dari 50 orang meninggal dunia, 38 jenasah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua, 7 jenasah di RS Marthin Indey, dan 5 jenasah di RS Yowari.

Sebanyak 49 korban sudah berhasil diidentifikasi sedangkan 1 jenasah masih dalam proses identifikasi.

59 orang luka-luka yang dirujuk ke PKM Sentani, RS Bhayangkara dan RS Yowari. Dinas Kesehatan Jayapura dan Dinas Kesehatan Papua mengkoordinir penanganan tim medis bagi korban.

Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban diintensifkan untuk mencari korban yang diperkirakan masih akan terus bertambah.

Tim SAR gabungan (TNI/Polri/BPBD/Basarnas) dibantu warga masih terus melakukan evakuasi dan belum semua daerah terdampak dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur dan material banjir banjir bandang.

Material yang terbawa banjir bandang di sentani, Sabtu (16/3) malam. Foto/Ist

Kepala BNPB telah melaporkan kepada Presiden dampak bencana dan penanganan bencana banjir bandang. Kepala BNPB bersama unsur dari Kementerian/Lembaga hari ini (Minggu) direncanakan berangkat ke Sentani untuk memberikan pendampingan dan bantuan kepada Pemda Jayapura dan Papua.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo seperti dilansir Republika.co.id telah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengevakuasi korban bencana banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Evakuasi untuk menghindari bertambahkan jumlah korban baik yang luka-luka atau meninggal dunia.

“Paling penting penanganan evakuasi secepat-cepatnya. Agar mengurangi korban yang ada. Kemudian saya sudah sampaikan juga agar segera dilaporkan hal-hal yang penting yang bisa kita lakukan,” kata Jokowi di JICT Tanjung Priok, (17/3).

Selain penanganan pascabencana, Jokowi juga meminta jajarannya, termasuk Pemda Papua, untuk melakukan antisipasi di sisi hulu sungai.

Antisipasi bencana banjir, dikatakan Jokowi, dapat dilakukan dengan melakukan penghijauan dan penanaman kembali hutan di hulu sungai yang bermuara di Danau Sentani.

“Saya kira penanganan hulu, kerusakan hulu, yang harus diselesaikan. Dan inilah ke depan yang akan kami kerjakan. Konsentrasi pada penanganan hulu, penanaman, penghijauan,” katanya.

Menurut Presiden, dinilai sangat perlu adanya perbaikan hutan di sisi hulu agar sejalan dengan kebijakan moratorium pembukaan perhutanan untuk pembangunan. Iamemandang bahwa hutan di hulu sungai sudah mengalami kerusakan bertahun-tahun lalu jauh sebelum kejadian banjir bandang kali ini.

“Jangan hanya moratorium saja. Tidak akan menyelesaikan masalah. Karena terlanjur rusak bertahun tahun lalu,” katanya.

(***/Halim)