Jayapura, Rakyatpapua.com – Sebanyak kurang lebih 4.150 warga yang mengungsi pasca banjir bandang yang melanda Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (16/3) malam, masih membutuhkan bantuan berupa makanan, pakaian dan air bersih.

Curah hujan dengan intensitas cukup tinggi sejak Sabtu (16/3) sore mengakibatkan banjir bandang menerjang beberapa wilayah di Sentani di antaranya Doyo Baru, BTN Grand Doyo, BTN Gajah Mada, BTN Bintang Timur, Kampung Toladan dan beberapa wilayah lainnya.

Berdasarkan data terkini BPBD Papua melalui Ka. BPBD Papua, Welliam Manderi, tercatat hingga Minggu (17/3) sore, sebanyak 63 korban meninggal dunia, 30 luka berat dan 75 luka ringan, dan ribuan orang mengungsi karena rumah mereka dilanda banjir maupun yang masih trauma untuk kembali ke tempat tinggal mereka.

Tempat pengungsian darurat juga dibuka di beberapa lokasi yang tidak terkena banjir.Kepala BPBD Papua mengatakan, ribuan warga yang terdampak bencana banjir bandang telah mengungsi di tujuh titik, salah satunya di kawasan Kantor Bupati Jayapura.

Namun, lanjutnya, para korban pengungsi tersebut masih membutuhkan bantuan berupa makanan, pakaian dan air bersih, mengingat banjir juga telah mengontaminasi hampir seluruh sumber air bersih yang tersebar di wilayah sentani.

“Mereka ini keluar dari rumah tanpa membawa apa-apa. Kami lagi berkerjasama dengan intansi terkait untuk menggalang bantuan berupa makanan, pakaian dan lainnya bagi para warga yang mengungsi” kata Welliam seperti dilansir RRI.co.

Pasca banjir, pihaknya bekerjasama dengan TNI/Polri maupun pihak terkait, jelasnya, telah membangun dapur umum, toilet dan tenda di lokasi pengungsian di Kantor Bupati Jayapura dan di sejumlah titik lainnya seperti HIS dan SIL.

“Sejak pagi tadi, kami bersama TNI/Polri juga sudah mendirikan posko tangap darurat yang dikomandani langsung oleh Kapolres Jayapura. Nanti akan kami sampaikan langkah selanjutnya berkaitan dengan penanganan pengungsi” ujarnya.

Sementara itu, Welliam mengaku belum bisa memastikan apakah jumlah korban dalam peristiwa ini bakal bertambah atau tidak, sebab upaya evakuasi masih terus dilakukan oleh tim Basarnas dan TNI/Polri.

“Tim masih membersihkan material kayu besar dan lumpur di lokasi terdampak banjir. Kami mengimbau warga untuk tetap berhati-hati khususnya di titik rawan bencana karena cuaca ekstreme diperkirakan masih terjadi hingga akhir Maret ini” pungkasnya.

Adapun Data Sementara Pengungsi Pasca Bencana Banjir Bandang di Sentani Kabupaten Jayapura yang mengungsi di beberapa titik yang berhasil dihimpun melalui beberapa jejaring sosial diantarnya : Gunung Merah 200 Orang, Rumah Bupati 1.000 Orang, SIL 300 Orang, High International School 400 Orang, Bintang Timur 600 Orang, Gajah Mada 1.450 Orang, dan Doyo 200 Orang.

(***/Halim)