Manokwari, Rakyatpapua.com – Sekretaris Bidang Politik Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Meredith Champlin, Jumat (22/3), kunjungi Manokwari dan secara khusus mendatangi Kantor LP3BH Manokwari di Fanindi, Manokwari, Papua Barat.

Kedatangan Meredith di terima langsung Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Ch Warinussy di dampingi Kepala Divisi Fund and Rising dan Pengembangan LP3BH, Kepala Divisi Informasi dan Dokumentasi, serta Ketua Badan Pengurus LP3BH.

Dalam keterangannya, Yan Ch Warinussy usai menerima kunjungan tersebut mengatakan agenda kedatangan Sekbid Politik Kedubes AS bersama Stafnya dalam rangka mencari informasi terkait Situasi Politik dan Keamanan di Papua jelang Pemilu 17 April mendatang.

“Fokus percakapan tentang situasi politik menjelang pelaksanaan Pemilu 17 April 2019, juga terkait sorotan kami mengenai aspek pendidikan politik bagi masyarakat di Tanah Papua yang terkesan kurang maksimal” sebut Warinussy menjelaskan.

“Mereka sifatnya mencari informasi dari sumber resmi negara seperti pemda dan Polda tapi juga dari civil society (masyarakat sipil) termasuk kalangan perguruan tinggi, LSM dan pimpinan agama” lanjutnya.

Selain itu, Yan juga mengungkapkan bahwa, pihaknya juga secara khusus telah menyampaikan kepada Sekbid Politik Kedubes AS soal permasalahan HAM yang menimpa warga Nduga.

“Kami juga memberi perhatian pada aspek penyelesaian hukum atas kasus dugaan pelanggaran HAM Berat di Nduga yang hingga kini belum dilakukan investigasi sesuai amanat UU No.26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM oleh Komnas HAM sebagai institusi yang berwenang” cetus Yan.

Lanjut Direktur Eksekutif LP3BH, hal lainnya yang juga turut disampaikan kepada Meredith yakni kelanjutan pemberian Dana Otsus kepada rakyat papua jelang berakhirnya tahun 2021 mendatang.

“Kemudian mengenai jelang berakhirnya masa berlaku dana otsus yamg setara 2 persen dari DAU Nasional, diimana ada desakan rakyat Papua untuk perlunya dilakukan evaluasi demi merumuskan langkah perubahan atas isi UU No.21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua tersebut sebagaimana diatur dalam amanat pasal 78 dan 79″ terang Yan.

Kunjungan Sekretaris Bidang Politik Kedutaan Besar Amerika Serikat kali ini juga spesial dilakukan bertepatan dengan peringatan 70 tahun berlangsungnya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia.

(***/Halim)