Sorong Selatan, Rakyatpapua.com – 20 tenaga Penyuluh Kontrak pada Dinas Ketahanan Pangan Sorsel telah siap menerapkan Kawasan Rumah Pangan Lestari atau KRPL di Sorong Selatan.

KRPL merupakan pengelolaan pekarangan melalui pendekatan terpadu (Modernisasi) berbagai jenis tanaman, ternak dan ikan, demi menjamin ketersediaan bahan pangan yang beraneka ragam secara terus menerus guna pemenuhan gizi keluarga.

Peserta ketika dilatih melalui Praktek di Kebun Hortikultura milik Petani Binaan BPP Mariat Sorong.

Usai mendampingi 20 Penyuluh mengikuti Praktek Lapangan (Peningkatan Kapasitas) selama 3 hari disalah satu Kebun Hortikultura milik Petani Binaan BPP Mariat Sorong, Adolfince P Orisoe mengungkapkan besarnya harapan kegiatan ini dapat membantu para Petani di 15 Distrik se – Sorsel.

“Dengan KRPL ini semoga dapat menolong para petani Sorsel dalam mengembangkan pertanian di setiap distrik,” ungkap Kabid SDM dan Kelembagaan Dinas Ketahanan Pangan Sorsel.

Dijelaskan, selain Peningkatan Kapasitas, kegiatan ini juga mengajarkan Penyuluh menggunakan peralatan modern Pertanian yang dikemudian hari akan menularkannya kepada para Petani di Sorsel.

Baca juga : http://rakyatpapua.com/2019/03/28/20-penyuluh-sorsel-ikuti-pelatihan-penyuluh-pertanian-ini-sasaran-dan-tantangannya.html

Niikson Snanfi, sebagai Peserta, ia menyampaikan terima kasihnya kepada Bupati Sorsel yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya selama ini para Penyuluh belum pernah mendapat pelatihan seperti ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami karena kami langsung praktek lapangan dengan mengambil bahan alami untuk dijadikan pupuk maupun pestisida buatan sendiri secara tradisional tanpa harus membeli di toko,” tuturnya antusias.

Ia juga meminta agar kedepannya, waktu pelaksanaan Pelatihan ini diupayakan agar diperpanjang lagi, yakni dari 3 hari menjadi 1 minggu atau lebih.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sorsel, mengucapkan, saat ini untuk memajukan Pertanian sangat dibutuhkan penyuluh dan pendamping yang terampil, karena tahun 2020 mendatang, agenda pembangunan sudah mengarah pada pembangunan sistem Ekonomi Kerakyatan yang berbasis pada Potensi Wilayah.

“Untuk itu SDM Penyuluh dan akses bagi mereka sangat perlu untuk dibekali karena mereka kelak sangat bertanggung jawab atas SDM para Petani,” ujar Leonard Momot menjelaskan urgensi kegiatan ini.

Peserta Pelatihan Penyuluh Pertanian Dinas Ketahanan Pangan Sorsel.

Dengan memberikan pelatihan bagi para Penyuluh terjun ke lapangan untuk melakukan praktek, sebut Kadin Ketahanan Pangan Sorsel ini, merupakan upaya Pemkab Sorsel untuk memperkaya SDM Penyuluh itu sendiri sehingga nantinya mereka dapat mentransferkan ilmu ini kepada para Petani.

“Disini penyuluh telah dibekali dengan teknologi pertanian terkini walaupun tidak terlalu canggih namun nantinya dapat dicerna dengan baik oleh petani , hal ini agar nantinya penyuluh dapat eksen dilapangan dan memberikan contoh ataupun teladan kepada petani untuk diterapkan,” imbuhnya.

Para penyuluh juga dibekali pelatihan dengan sejumlah teknologi terkait penggunaan alat pertanian berupa alat pengukur unsur hara tanah, alat mengukur kadar tanah dan menetralkan tanah persemaian yang sesuai.

(***/Halim)