Kuasa Hukum Pencipta Logo Papua Barat Pertanyakan Upaya Mediasi Kasus Kliennya

50

Manokwari, Rakyatpapua.com – Yan Ch Warinussy selaku kuasa hukum Pieter Mambor (Pencipta lambang logo Pemprov Papua Barat) merasa lucu sekaligus pertanyakan upaya mediasi masalah kliennya oleh Kanwil Kemenkum HAM Papua Barat.

Dikatakan Yan, Minggu (07/4), sejak ia dan kliennya ajukkan permohonan pendaftaran hak cipta logo Pemprov PB hingga menggugat di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, baru saat ini surat mediasi nomor W31-KI.06.01-07, dikeluarkan oleh Kanwil Kemenkum HAM Papua Barat.

Banyak pertanyaan dilontarkan Yan Warinussy perihal upaya Mediasi ini. Yang terutama dipertanyakannya ialah kenapa baru sekarang surat mediasi ini diterbitkan. Mengingat, upaya memperoleh pengakuan hak milik logo tersebut telah dilakukan sejak tahun 2016.

“Saya justru merasa lucu. Sejak tahun 2016, kok baru sekarang ada undangan mediasi ?? Pertanyaan kami, apa dasar mediasi ini hendak dilakukan ?? Apakah karena sudah ada gugatan jadi mau mediasi ?? Trus siapa yang mengajukan gugatan ??,” tanya Yan.

Sebagai advokat dan pengacara, Yan menduga, sepertinya ada upaya tersistematis untuk mengeliminasi hak milik, hak cipta dan hak merk kliennya (logo Papua Barat) yang telah digunakan hampir 10 tahun belakangan ini.

“Selama ini seperti ada pembiaran terhadap klien saya. Dia sama sekali tidak pernah diajak berdiskusi atau bertukar pikiran mengenai keberadaan logo tersebut. Hati-hati, jangan sampe ada praktek busuk di lingkup Kanwil Papua Barat,” tegas Yan.

Lebih parahnya menurut Yan, bahkan pemerintah daerah sendiri lalai tidak mendaftarkan logo tersebut ke Direktorat Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI.

“Sama sekali tidak ada perasaan malu dari pemerintah daerah yang nyata-nyata melanggar hak asasi seorang seniman orang asli Papua yang semestinya dilindungi sesuai amanat pasal 47 UU RI No.21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua,” tutupnya.

(***/Halim)