Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan usai memimpin Apel Pagi, Senin (09/4), di lapangan Kantor Gubernur Papua Barat, Komp. Perkantoran Arfai.

Perpres 17/2019, Kontraktor OAP Bisa Dapat Proyek Bernilai Miliaran Rupiah

377

Manokwari, Rakyatpapua.com – Perpres (Peraturan Presiden) 84 Tahun 2012 akhirnya resmi di revisi menjadi Perpres 17 Tahun 2019 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Untuk Percepatan Pembangunan Papua & Papua Barat.

Usai di sahkan dalam lembaran negara oleh Presiden RI, Joko Widodo, 22 Maret 2019 lalu, kini kontraktor (pengusaha) OAP bisa mendapat kesempatan mengerjakan Paket Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah bernilai hingga 2,5 miliar rupiah.

Hal itu disampaikan Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, Senin (09/4), ketika memimpin apel pagi di lapangan kantor Gubernur, Jl. Brigjen Purn Abraham O Atururi, Arfai.

“Ketika bertemu Presiden di sorong beberapa waktu lalu, Presiden sampaikan itu (Perpres 17/2019) sudah di tanda tangani 22 maret lalu,” ungkap Gubernur di hadapan seluruh Pejabat dan ASN Pemprov Papua Barat.

Dalam Perpres 17 Tahun 2019 ini, diatur nilai paket penunjukkan langsung kepada kontraktor OAP yang sebelumnya (Perpres 84/2012) di bawah 500 juta rupiah, dirubah menjadi paket penunjukkan langsung bernilai dibawah 1 miliar rupiah.

Dalam salah satu pasal dalam perpres ini juga diatur tentang tender (lelang) terbatas yakni tender dengan pascakualifikasi dan terbatas hanya untuk kontraktor OAP dengan nilai 1 – 2,5 miliar rupiah.

Selain itu diatur juga dalam Perpres ini, untuk penunjukkan langsung paket perencanaan (konsultansi) pengadaan barang/jasa bernilai paling tinggi 200 juta rupiah, juga wajib diperuntukkan kepada kontraktor OAP.

Usai menyampaikan hal tersebut, Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan hingga Perpres ini di setujui oleh Presiden RI, Joko Widodo.

(***/Halim)