Ketua KPU Teluk Bintuni Heri Arius E.Salamahu saat meninjau pelaksanaan pemilu di TPS 28 Komplek Nusantara, Bintuni, Rabu (17/4).

Banyak DPT Yang Teracak, Ini Penjelasan Ketua KPU Bintuni

111

Teluk Bintni, Rakyatpapua.com – Sikapi berbagai keluhan masyarakat yang mengkomplain nama mereka dalam DPT yang di acak dari TPS tempat mereka sebelumnya (Pilkada 2015) memilih, Ketua KPU Teluk Bintuni, Heri Arius E. Salamahu angkat bicara.

Ditemui, Rabu (17/4), ketika meninjau pelaksanaan pemilu di komp nusantara, teluk bintuni, Ketua KPU Bintuni menjelaskan, KPU sebelumnya telah membuka layanan pindah memilih sejak medio Desember 2018 lalu.

Lanjutnya, layanan pindah memilih ini dengan tujuan agar pemilih yang keberatan namanya tercantum dalam DPT di wilayah tertentu, dapat mengajukan permohonan pindah memilih.

Diakui Ketua KPU Bintuni, melalui sosialisasi yang dilakukan pihaknya lewat spanduk/baliho serta himbauan di media sosial, nyatanya animo masyarakat sangat sedikit untuk melakukan permohonan layanan pindah memilih.

“Setelah penetapan DPT dan DPTb, KPU sudah membuka layanan pindah memilih hingga H-7 Pemilu, supaya pemilih yang keberatan namanya dalam DPT di wilayah tertentu, bisa minta pindah,” jelas Heri.

“Namun sangat sedikit yang datang ke kantor (ajukan),” ungkapnya.

Selain itu, Harry juga menjelaskan perihal banyak DPT yang teracak ke TPS lain, ia menyebut hal itu dikarenakan, KPU hanya membatasi dalam 1 TPS max. 300 DPT.

Oleh karena itu, sisa lebih terpaksa di pindahkan ke TPS terdekat.

“KPU membatasi DPT dalam 1 TPS maksimal 300, kalau lebih, maka harus dpindahkan ke TPS terdekat di wilayah itu, itu sistem input dari KPU Pusat yang atur,” ucap Ketua KPU Bintuni.

Ia sangat berharap peran aktif warga sebelum pelaksanaan Pemilu agar hal seperti ini dapat di minimalisir.

Banyak warga yang mengaku namanya tidak terdaftar dalam DPT di TPS tempat biasanya mereka memilih. Foto.Ist

Diketahui sebelumnya, banyak warga yang merasa keberatan terkait nama mereka yang tidak terdaftar dalam DPT di TPS tempat biasanya mereka memilih.

Mereka pun lantas melampiaskan kekecewaan mereka melalui jejaring sosial seperti Facebook maupun Whats App.

(HS/Halim)