Pemadaman bergilir memaksa beberapa siswa SD belajar di terangi cahaya pelita/lilin. Ilustrasi.

Pemadaman Bergilir di Bintuni Jelang UAS, Menyulitkan Kegiatan Belajar Siswa ?

109

Teluk Bintuni, Rakyatpapua.com – PLN ULP. Bintuni, Papua Barat, kembali berlakukan pemadaman bergilir di wilayah kota bintuni akibat terjadinya trouble pada unit pembangkit listrik di PLTD kamp. lama, sejak beberapa hari lalu.

Memasuki masa Ujian Akhir Sekolah (UAS) bagi siswa/i SD/SMP/SMA, pemadaman bergilir ini dirasa sangat menyulitkan bagi para siswa untuk mempersiapkan diri (belajar) mengikuti ujian.

Salah satu orang tua murid yang enggan menyebutkan namanya mengutarakan kekesalannya akibat pemadaman bergilir ini.

Kata dia, meski pemadaman bergilir bukan hal baru di bintuni, PLN dituntut sejak jauh hari sudah harus mengantisipasi terjadinya gangguan pada pembangkit, terutama jelang masa UAS.

“Lampu ni ! Besok anak-anak ujian baru. PLN coba siasati dari tempo-tempo bagemana ka,” kesalnya.

Lain lagi pengakuan Eduard M, ia merasa prihatin karena di era modern seperti saat ini, ia masih mendapati adik-adiknya terkadang belajar dengan menggunakan pelita/lilin.

“Tong kira bintuni jaman old saja yang pake pelita, ternyata jaman now juga masih pake pelita,” ujarnya.

Jadwal pemadaman bergilir yang dirilis oleh PLN ULP Bintuni. Foto. Ist

Sementara itu, pihak PLN melalui salah satu staffnya, Anto, membenarkan terjadinya gangguan di mesin pembangkit PLTD kamp. lama, sehingga pemadaman bergilir diberlakukan.

Bahkan, terhitung hari ini, Senin (22/4), jadwal yang semula 2 hari nyala dan 1 hari padam (2×1) dirubah menjadi 1 hari padam, 1 hari nyala akibat gangguan berulang kembali terjadi pada beberapa unit pembangkit.

“Jadwal padam PLN berubah dikarenakan terjadi trouble pada unit pembangkit. 2 unit keluar system sehingga Bintuni padam total. Kami akan berusaha untuk memasukkan system kembali,” ujar salah satu staff PLN ULP Bintuni seperti dirilis kadatebintuni.com.

Anto juga menyertakan pembaharuan jadwal terbaru agar dapat dimaklumi masyarakat.

Diketahui, beban puncak di kota bintuni (line kota, sp, dan tuhiba) mencapai 3600 kw, namun dengan adanya gangguan berulang pada beberapa unit pembangkit ini, PLTD hanya mampu menampung sekitar 1800 kw.

(Halim)