Muara Bintuni. Foto/Ist

Nelayan Sudah Tidak Diperbolehkan Lagi Melaut di Perairan Bintuni

817

Teluk Bintuni, Rakyatpapua.com – Terhitung, Senin (22/4), para nelayan sudah tidak diperbolehkan lagi melakukan aktifitas melaut/memancing (ikan, kepiting, udang) dan aktifitas lainnya di beberapa titik perairan bintuni.

Berdasarkan Surat Edaran tentang Penertiban Penangkapan Hasil Laut Untuk Kepentingan Usaha atau Bisnis, tanggal 22 April 2019, 3 Marga Pemilik Ulayat Laut inginkan ada perbaikan ekonomi bagi masyarakat asli, terutama marga Manibuy, Maboro dan Kemon.

Surat Edaran tentang Penertiban Penangkapan Hasil Laut Oleh 3 Marga (Manibuy, Maboro, Kemon) Pemilik Ulayat Laut, Bagi Nelayan Untuk Kepentingan Usaha atau Bisnis

Adapun wilayah ulayat 3 marga tersebut diantaranya Pulau Karaka, Boren, Palau, Kaboy, Pulau Perkabirisi, Sungai Muturi, Sakarei, Muara Bintuni, Muara Retoy, Sembabusaray, Tabarey, Asamatumi, Asakauni, Tembuni Lama, Tembuni, Sorondawni, Tanjung Tereru, dan Taroy.

Selain itu, penertiban ini disebut sebagai salah satu upaya untuk mencegah kerusakan ekosistem laut akibat eksplorasi berlebihan yang telah terjadi sejak lama di perairan tersebut.

Mewakili Ketua Ikatan Keluarga Besar Wamesa, David Manibuy mengungkapkan beberapa poin yang tertuang dalam surat edaran tersebut mencakup pelarangan maupun denda/sanksi bagi yang melanggar.

Pertemuan 3 Marga (Manibuy, Maboro, Kemon) di fasilitasi Ketua Ikatan Keluarga Besar Wamesa Teluk Bintuni, Alfons Manibuy. Foto/Ist

“Juga tidak diperkenankan bagi oknum perorangan dari ketiga marga tersebut untuk memberi ijin kepada nelayan melakukan aktifitas di wilayah perairan syakarey dan muara bintuni hingga taroy untuk kepentingan bisnis,” bunyi petikan Surat Edaran tersebut.

“Apabila nelayan melanggar, dikenakan denda adat sebesar 20 juta rupiah/perahu/jolor,” lanjutan petikan itu.

Surat Edaran ini juga dikatakan sebagai salah satu bentuk Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat 7 Suku di Teluk Bintuni.

David Manibuy, yang juga merupakan salah satu pemilik ulayat syakarey memberi tenggat waktu bagi nelayan yang telah terlanjur melaut agar segera kembali dan tidak lagi beraktifitas di wilayah tersebut.

“Kami beri kesempatan 1 minggu bagi mereka yang sudah terlanjur melaut, sebab pemilik ulayat akan segera melakukan patroli,” tutupnya.

Pasca diterbitkannya Surat Edaran 3 Marga Pemilik Ulayat Laut yang berlaku sejak di tetapkan 22 April 2019 hingga 22 Juli 2019, perwakilan 3 marga tersebut akan terus melakukan sosialisasi lintas sektor (Pemerintahan Adat, Swasta, dan Pemkab) maupun patroli rutin di wilayah perairan bintuni.

(Halim)