Siswa/i ketika mem-praktekkan Scaffolding di P2TIM Teluk Bintuni. Ilustrasi

Pembangunan SDM Bintuni Diapresiasi Gubernur

241

Manokwari, Rakyatpapua.com – Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Teluk Bintuni, terutama pengembangan tenaga skill dibidang Migas, mendapat apresiasi Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Gubernur secara khusus mengapresiasi hadirnya Pusat Pelatihan Tekhnik Industri Migas (P2TIM) yang digagas Pemkab Bintuni untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal dibidang Migas.

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan ketika membuka Musrenbang tingkat Provinsi Papua Barat, di Aston Niu Manokwari, Kamis (25/4/2019).

Hal itu diutarakan Gubernur Papua Barat ketika memberikan materi pada pembukaan Musrenbang tingkat Provinsi Papua barat, di Aston Niu Manokwari, Kamis (25/4/2019).

Dihadapan para Bupati/Walikota se-Papua Barat, Dominggus Mandacan bahkan mengajak seluruh daerah di Papua Barat untuk ikut berpartisipasi di P2TIM Teluk Bintuni.

Pasalnya, dengan hadirnya P2TIM ini ikut mengurangi angka kemiskinan di Papua Barat terlebih khusus di Kabupaten Teluk Bintuni.

Menurut orang nomor satu papua barat ini, pusat pelatihan ini di gagas untuk menciptakan tenaga kerja lokal handal siap pakai untuk memenuhi sektor industri migas di Indonesia dan Papua Barat.

“Hal ini juga sejalan dengan Nawacita Jokowi yakni menjadikan industri migas sebagai pemicu pertumbuhan perekonomian,” ujar Gubernur.

Pusat Pelatihan tersebut bukan saja menjadi program unggulan Pemkab Teluk Bintuni, tetapi juga ikut membanggakan Provinsi Papua Barat. Karena menurut Gubernur, setelah lulus dari pusat pelatihan ini, bukan saja memiliki sertifikat Nasional tetapi juga sertifikat Internasional.

Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Ir.Petrus Kasihiw, MT menjelaskan bahwa kedepannya Industri Migas dan lainnya akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar Papua Barat.

Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw memberikan penjelasan hadirnya P2TIM Teluk Bintuni. Foto/Ist

Saat ini, kata dia, tenaga kerja di BP LNG Tangguh, salah satu perusahaan raksasa migas di dunia, didominasi oleh Tenaga Kerja skill bahkan dari luar bintuni, karena banyak tenaga kerja lokal yang dianggap belum tersertifikasi di dunia migas.

“Dulu kita berharap pada Freeport, namun saat ini Papua Barat dapurnya ada di LNG Tangguh. Saat ini juga sudah ada POD beroperasinya Genting Oil serta rencana pemerintah membangun pabrik Petrokomia di Onar dan proses itu sementara berjalan,” ungkap Bupati mengemukakan.

“Makanya saya ingin tekankan hal ini. Karena kedepan, Pembangunan Petrokimia dan lan lain akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar di Papua Barat,” sebutnya.

(***/Halim)