Peringatan 140 Tahun RA Kartini di Sorsel, Rabu (24/4/2019). Foto. Humas Setda Sorsel.

Perempuan Sorsel Harus Jadi Kartini Modern Tanpa Lupakan Kodrat

47

Sorong Selatan, Rakyatpapua.com – Bupati Sorong Selatan, Samsudin Anggiluli, SE berharap kaum perempuan di seluruh indonesia, terkhusus sorong selatan agar menjadi “Kartini Modern” tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan.

Hal itu diutarakan Bupati dalam sambutannya pada Peringatan Hari Kartini ke – 140 yang digelar oleh Organisasi Wanita Sorsel bertempat di Aula Saroti Koramil, Teminabuan, Rabu (24/4/2019).

Bupati berujar, peringatan Hari Kartini tidak hanya ceremonial belaka, akan tetapi perjuangan dan teladan yang telah ditunjukkan oleh Raden Ajeng Kartini di masa lampau dapat di ikuti perempuan masa kini, secara khusus generasi muda.

Apalagi saat ini banyak perempuan yang menjalankan peran ganda, baik sebagai wanita karier maupun ibu rumah tangga. Kata dia, dengan tantangan tersebut, wanita harus tetap mengingat kodratnya.

“Meskipun memiliki peran ganda sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga, saya berharap yang terpenting jangan lupakan kodratnya sebagai seorang perempuan,” ujarnya.

Peringatan hari Kartini dijelaskan Bupati sebagai hari emansipasi wanita serta merupakan wujud kebanggaan dan penghargaan serta bentuk penghormatan kepada RA Kartini.

Dimana, RA Kartini dianggap sebagai tokoh yang membawa kaum perempuan keluar dari keterkungkungan menjadi perempuan yang memiliki peran yang besar untuk membangun bangsa dan negara.

“Zaman sekarang hendaklah kita tidak membeda bedakan pria maupun wanita dalam berkarya membangun bangsa. Dengan momen ini mari kita melanjutkan cita cita RA Kartini dengan peran yang besar bersama kaum pria membangun kabupaten sorong selatan,” ajak Bupati.

Selain itu, Bupati juga menyebut Raden Ajeng Kartini adalah seorang pendekar bagi kaumnya di zaman itu. Ia meminta hadirin yang hadir kembali merenungkan kembali perjuangan yang dilakukan RA Kartini di era Kolonial Belanda.

Dicontohkannya, pada zaman kolonial belanda dahulu, bahkan dalam budaya jawa pada saat itu, perempuan bahkan dilarang untuk bersekolah.

“Tapi dengan tekad yang kuat, RA Kartini tidak tinggal diam dan berupaya untuk keluar dari stigma tersebut demi emansipasi wanita. Itu perjuangan luar biasa yang dilakukan RA Kartini,” tegas Samsudin Anggiluli.

Setelah 140 Tahun perjuangan RA Kartini, saat ini cita-cita mulia sang pencetus emansipasi wanita tersebut telah tercapai. Perempuan saat ini telah setara dengan Pria dalam hal tanggung jawab yang diterima dan peran dalam pembangunan daerah, bangsa dan negara.

“Ini pun sudah terjadi di Negara kita bahkan sampai kabupaten Sarong Selatan. Perempuan bisa menduduki jabatan strategis birokrasi di tingkat kabupaten menjadi pimpinan OPD dan menduduki jabatan lainya sama seperti halnya dengan lelaki,” tutup Bupati Sorsel.

Hadir dalam acara ini Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli, SE, Wabup Drs Martinus Salamuk, Kapolres Sorong Selatan AKBP Hans Rahmatuloh Irawan, SIK, Danramil Teminabuan Irwan Suwarna, Ketua TP PKK Sorong Selatan Ny Beatriks Anggiluli,SE, Ketua GOW Sorong Selatan Ny Dahlia Salamuk, Ketua DWP Persatuan Ny Juliantje F Nauw,SPd, Pimpinan OPD, serta utusan Organisasi Perempuan se-Sorong Selatan.

(Enggelberto/Halim)